http://majalah.tempointeraktif.com/
Cafe Ecobar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat pekan lalu, terlihat lebih meriah daripada biasanya. Hari itu ada acara khusus: penulis Djenar Maesa Ayu, 38 tahun, meluncurkan antologi cerita pendek yang diberi judul 1 Perempuan 14 Laki-laki. Yang unik, cetakan pertama buku itu telah ludes sebelum resmi diluncurkan. "Toko buku di berbagai daerah memesan buku ini dalam jumlah banyak, sehingga 5.000 kopi cetakan pertama tidak mencukupi," kata penulis yang biasa dipanggil Nai itu.
Buku yang diluncurkan bertepatan dengan hari ulang tahun Nai ini memiliki konsep pembuatan yang unik. Djenar menulis cerita pendek berkolaborasi dengan 14 laki-laki yang tidak semuanya penulis. Mereka antara lain kritikus film Totot Indarto, presenter Indra Herlambang, aktor Lukman Sardi, koreografer Sardono W. Kusumo, dan cendekiawan Robertus Robet.
Djenar mendaulat mereka membuat masing-masing satu cerita pendek. Proses pembuatannya juga tak lazim. Misalnya cerita pendek "Rama Raib" yang ditulis Djenar bersama Sardono. Mereka berdua mendapatkan ide ketika berjalan kaki dari Caf Coffeewar menuju rumah Sardono di Kemang. "Banyak medium di luar teks yang begitu menggugah perasaan," ujar Djenar.
17 Januari 2011
Cafe Ecobar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat pekan lalu, terlihat lebih meriah daripada biasanya. Hari itu ada acara khusus: penulis Djenar Maesa Ayu, 38 tahun, meluncurkan antologi cerita pendek yang diberi judul 1 Perempuan 14 Laki-laki. Yang unik, cetakan pertama buku itu telah ludes sebelum resmi diluncurkan. "Toko buku di berbagai daerah memesan buku ini dalam jumlah banyak, sehingga 5.000 kopi cetakan pertama tidak mencukupi," kata penulis yang biasa dipanggil Nai itu.
Buku yang diluncurkan bertepatan dengan hari ulang tahun Nai ini memiliki konsep pembuatan yang unik. Djenar menulis cerita pendek berkolaborasi dengan 14 laki-laki yang tidak semuanya penulis. Mereka antara lain kritikus film Totot Indarto, presenter Indra Herlambang, aktor Lukman Sardi, koreografer Sardono W. Kusumo, dan cendekiawan Robertus Robet.
Djenar mendaulat mereka membuat masing-masing satu cerita pendek. Proses pembuatannya juga tak lazim. Misalnya cerita pendek "Rama Raib" yang ditulis Djenar bersama Sardono. Mereka berdua mendapatkan ide ketika berjalan kaki dari Caf Coffeewar menuju rumah Sardono di Kemang. "Banyak medium di luar teks yang begitu menggugah perasaan," ujar Djenar.
17 Januari 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar