Deni Ali Setiono
http://www.beritajatim.com/
Keberadaan pemanfaatan teknologi informasi lewat jejaring sosial 'facebook' tidak dapat lagi terelakkan. Hal ini tercermin maraknya karya sastra yang di-upload lewat jejaring facebook sehingga membangkitkan gairah sastra khususnya bagi pelajar Gresik.
"Hampir setiap pelajar memiliki akun facebook. Karena itu, kepopuleran teknologi informasi ini kami manfaatkan untuk membangkitkan kembali karya-karya sastra," kata Ketua Panitia Olimpiade Sastra Bagus Sasmito Edi Wahono, Senin (21/02/2011).
Ia menjelaskan, pada kenyataannya di era teknologi seperti sekarang telah banyak para sastrawan yang menuangkan ide ke dalam karya-karya mereka, seperti puisi, cerpen melalui facebook dan mendapat respon positif dari pembaca.
"Lewat facebook sangat efektif. Terbukti saat kami menjaring peserta lomba cipta puisi berhasil mendapatkan 300 peserta pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA," paparnya.
Diakui Bagus Sasmito, peserta lomba cipta puisi yang diperkenalkan lewat facebook tidak hanya diikuti peserta pelajar dari Kabupaten Gresik saja. Pasalnya, peserta pelajar dari daerah lain juga berminat.
"Apresiasi luar biasa ini terbukti peserta dari daerah lain seperti dari Surabaya, lamongan, Tuban bahkan ada peserta dari Pekalongan. Kendati demikian yang kami lombakan adalah karya pelajar Gresik, maka kami hanya menilai kiriman pelajar dari Gresik. Sedang karya dari kabupaten lain tetap kami simpan," ujarnya.
Sementara itu, Budi Palopo selaku ketua tim juri puisi dan syair olimpiade Sastra pelajar Gresik 2011 mengaku bangga dengan kemajuan penulisan puisi pelajar di Gresik.
"Kami banyak melihat penyair-penyair pelajar yang kreatif. Yang lebih heran lagi, dan menarik perhatian saya. Ternyata banyak karya pelajar SD sangat berbobot. Hal ini tercermin dalam pemilihan judul, kalimat, ataupun tema," tandasnya.
21 Februari 2011
http://www.beritajatim.com/
Keberadaan pemanfaatan teknologi informasi lewat jejaring sosial 'facebook' tidak dapat lagi terelakkan. Hal ini tercermin maraknya karya sastra yang di-upload lewat jejaring facebook sehingga membangkitkan gairah sastra khususnya bagi pelajar Gresik.
"Hampir setiap pelajar memiliki akun facebook. Karena itu, kepopuleran teknologi informasi ini kami manfaatkan untuk membangkitkan kembali karya-karya sastra," kata Ketua Panitia Olimpiade Sastra Bagus Sasmito Edi Wahono, Senin (21/02/2011).
Ia menjelaskan, pada kenyataannya di era teknologi seperti sekarang telah banyak para sastrawan yang menuangkan ide ke dalam karya-karya mereka, seperti puisi, cerpen melalui facebook dan mendapat respon positif dari pembaca.
"Lewat facebook sangat efektif. Terbukti saat kami menjaring peserta lomba cipta puisi berhasil mendapatkan 300 peserta pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA," paparnya.
Diakui Bagus Sasmito, peserta lomba cipta puisi yang diperkenalkan lewat facebook tidak hanya diikuti peserta pelajar dari Kabupaten Gresik saja. Pasalnya, peserta pelajar dari daerah lain juga berminat.
"Apresiasi luar biasa ini terbukti peserta dari daerah lain seperti dari Surabaya, lamongan, Tuban bahkan ada peserta dari Pekalongan. Kendati demikian yang kami lombakan adalah karya pelajar Gresik, maka kami hanya menilai kiriman pelajar dari Gresik. Sedang karya dari kabupaten lain tetap kami simpan," ujarnya.
Sementara itu, Budi Palopo selaku ketua tim juri puisi dan syair olimpiade Sastra pelajar Gresik 2011 mengaku bangga dengan kemajuan penulisan puisi pelajar di Gresik.
"Kami banyak melihat penyair-penyair pelajar yang kreatif. Yang lebih heran lagi, dan menarik perhatian saya. Ternyata banyak karya pelajar SD sangat berbobot. Hal ini tercermin dalam pemilihan judul, kalimat, ataupun tema," tandasnya.
21 Februari 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar