Rabu, Januari 26, 2011

Air Terjun

Denny Mizhar *
Malang Post, 19 Des 2010

“Baiknya kau tak bepergian dahulu. Umur pernikahanmu baru memasuki selapan. Di sini saja, sampai kau punya anak. Biarkan suamimu saja yang pergi sendiri mengunjungi rumahnya. Toh, tak akan lama. Mungkin hanya seminggu atau dua minggu. Kami khawatir denganmu. Bila di jalan terjadi sesuatu denganmu”.
“Mak, aku juga berharap begitu. Tapi aku ingin menemani Kang Mas. Aku juga ingin menikmati daerah perbukitan di daerah Kang Mas. Aku tetap berangkat. Boleh kan kang Mas?”

“Dinda, semua keluargamu mengharap kau tak pergi. Tapi kalau kau memaksa, mau bagaimana lagi”.

“Terima kasih Kang Mas, Dinda sayang sama kang Mas”.

Hari yang cerah. Dewi Anjarwati bersama Suaminya pergi. Sebenarnya keluarga Dewi tak ingin melepas kepergiannya. Tapi Dewi memaksa. Keluarganya tak bisa mencegah. Sedang yang paling takut adalah Emaknya. Sebab semalam mimpi darah mengalir dari tubuh Dewi dan suaminya terbawa arus sungai. Emaknya, meneteskan air mata melepas kepergian Dewi dengan suaminya untuk berkunjung ke daerah perbukitan Anjasmoro.

Hari yang cerah, matahari terbit sempurna. Dewi dan suaminya berpamitan pada Emak dan Bapak serta semua keluarganya. Meraka berdua menaiki kuda putih dengan gerobak yang terbuat dari kayu jati. Terukir bunga-bunga pada dinding-dindingnya, merekah. Seperti wajah Dewi yang berbinar-binar menampakkan keceriaan juga wajah suaminya. Lain dengan Emaknya, meneteskan air mata, takut mimpi dan firasatnya akan menimpah anak dan suaminya. Tanpa memperdulikan air mata yang jatuh dari kelopak mata Emaknya Dewi berangkat, suaminya memacu kudanya. Berjalan berlahan sedikit kencang.

“Mas, jangan pernah meninggalkan Dewi?”

“Tidak akan Dewi! Sampai mati pun akan aku pertahankan cinta Mas, pada dinda”

“Benar ya Mas?”

“Yakinlah Dinda, tidak boleh siapapun menyentuh Dinda. Karena cinta Kang Mas pada Dinda serupa air terjun yang menderas tanpa putus.”

Tiba-tiba awan hitam menutup wajah matahari yang berseri-seri. Berarak-arakan awan menutup langit. Mendung tebal dan gelam. Hujan rintik-rintik mulai turun. Tetap di pacunya kuda putih yang menyeret mereka dalam gerobak yang indah. Tak dihiraukan air hujan turun yang mulai membasai kuda dan atap gerobak, sedikit nyiprat ke tubuh mereka berdua. Lama-lama jika diteruskan akan basah juga tubuh mereka. Dewi meminta berhenti dan berteduh ketika nanti melihat gubuk atau tempat yang bisa membuatnya istirahat sejenak menunggu hujan meredah. Hujan semakin deras, angin semakin kencang. Kuda putihnya berjalan lambat. Tak juga ditemukan tempat untuk berteduh. Masih merambat berjalan. Semakin basah tubuh mereka terkena cipratan air hujan yang membentur gerobak mereka. Dewi gusar, semakin gusar, alam tak bersahabat denganya.

Tiba-tiba berhenti kuda putihnya, tepat di perempatan jalan. Suami Dewi mencambuknya, mulai berjalan pelan. Kuda putihnya meringik menanda gusar, seperti Dewi yang gusar membaca alam. Dewi memeluk Suaminya.

“Kang Mas, Dewi takut”

“Tenang Dinda, tidak akan terjadi apa-apa denganmu. Kang Mas akan menjagamu”

Tak juga berhenti hujan yang deras dan angin kencang. Mengoyang-goyang dehanan pepohonan, keadaan semakin mencekam. Pohon-pohon pinus, jati, rerumputan dan ilalang bergoyang-goyang mengikuti pukulan angin. Hampir saja roboh gerobak Dewi dan suaminya. Tetapi suami Dewi langsung mengendalikan dan menjaga keseimbangan. Jalan mulai menanjak, tak juga bertemu tempat berteduh.

Tiba-tiba kuda berhenti, tak mau berjalan. Cemeti sudah berkali-kali dicambukkan pada kudanya tetap saja tak mau bergerak. Dewi mulai ingat Emaknya, resahnya, peringatannya, air matanya. Dewi mulai menteskan air mata dan merengek pada suaminya.

“Kang Mas, Dewi takut”

Suami Dewi diam, tak menjawab. Suami Dewi merasa ada yang ganjil dengan hujan dan angin yang menyapa dalam perjalanannya. Mulai diam, menenangkan Dewi dan merebahkan Dewi ke sisi belakang gerobaknya. Suami Dewi mulai merapal mantra dengan tenang. Dan memang nampak bayangan-bayangan hitam berkelebatan mengoyang-goyangkan pepohonan. Meraka saling tertawa dan bersuka ria. Suami Dewi tetap tenang dan terus membaca mantra. Dewi hanya rebah dan memandang Kang Masnya. Sambil menahan resah yang membucah sedari tadi.

Masih diam suami Dewi, mulai mengeluarkan keris yang dipunya dari bungkusan di belakang tempatnya duduk. Tiba-tiba angin meredah, hujan berlahan hilang. Dewi bangun, memandang suaminya yang berkeringat. Dewi mengusap keringatnya dengan selendang yang dikenankannya. Kuda putihnya mulai berjalan lagi, mulai sedikit kencang. Matahari mulai nampak kembali.

“Berhenti, serahkan perempuan itu padaku. Kalau tidak saya akan membunuhmu”

“Tidak akan aku serahkan, sampai matipun tidak akan!”

Laki-laki betubuh besar dan gagah menghadang mereka berdua. Dengan pasukan yang banyak. Dewi tidak dapat melihat pasukan yang di bawah Laki-laki bertubuh kekar tersebut. Hanya suaminya yang dapat melihat.

“Sepertinya kita telah dihadang banyak orang”

“Mana Kang Mas? hanya satu orang”

Lelaki bertubuh kekar mulai mendekat

“Memang, kau cantik sekali Dewi. Pasti semua orang akan terkagum-kagum memandangmu. Termasuk aku”

“Hai, siapa kamu. Hadapilah aku. Tak bisa kau menyentuh Istriku!”

“Ha..ha..ha.. Lawanlah aku, turun dari gerobakmu. Aku penguasa Anjasmoro, siapapun perempuan yang melewati daerah ini maka akan menikmati malamnya denganku dahulu. Apalagi kau Dewi, tentu tak akan semalam saja. Kau akan aku jadikan istriku”

Suami Dewi langsung meloncat dari gerobaknya, mengeluarkan keris yang dipunya. Mendekati lelaki bertubuh kekar. Tanpa banyak bicara langsung menyerang lelaki bertubuh kekar tersebut. Tapi pasukannya mengahalangi jalan suami Dewi menuju laki-laki bertubuh kekar. Satu persatu tumbang. Sebab suami Dewi juga memangil pengawalnya dari negeri gaib. Lalu sebagian membawa Dewi lari.

“Dewi, sembunyilah. Bila pertempuran usai. Kanda akan menjemputmu.”

Dewi lari sembunyi, sampailah di air terjun yang dibaliknya goa. Lalu Dewi masuk dan duduk di dalamnya menunggu suaminya bertempur. Sampai terdengar kabar, bahwa suami Dewi dan lelaki kekar tersebut sama-sama meninggal dengan melewati pertarungan yang sengit. Salang hantam, saling balas. Akhirnya sama-sama kalah. Pasukan suami Dewi yang membawa berita tersebut. Dewi pun mengikrarkan diri untuk bertapa di atas batu dalam goa di balik air terjun.

***

“Massssssssss……………”

“Ada apa Dewi?”

“Dewi nggak mau kehilangan Mas”

“Iya, ada apa?”

“Baiknya kita pulang saja. Seharian kita di sini. Sampai-sampai aku tertidur di pangkuan Mas. Memang udara di sini membuat aku terkantuk”

Sebelum beranjak pulang Dewi melihat wajahnya di air terjun. Seperti mengaca saja. Persis, cuma yang menjadi beda adalah pakaian yang digunakannya. Dewi terdiam, terpaku, ketengengen. Dewi mengaitkan dengan mimpi yang barus saja dialaminya.

“Dewi, katanya mengajak pulang kok diam seperti patung. Oh.. ada pelangi ya.”

Tetap diam, tetapi sudah mulai bergerak. Dewi tidak menceritakan pada Masnya apa yang dialaminya.

“Mas, Dewi takut!”

“Takut kenapa Dewi?”

“Takut kehilngan, Mas”

“Tidak akan Dewi! Itu janji mas”

Dewi dan suaminya berjalan menuju parkiran sepeda motor. Ketakutannya menyapa ketika ingat mimpinya tadi.

Sampailah Dewi dan suaminya di motornya. Mereka pulang, akhirnya sampai rumah.

“Dek, Mas mau beli rokok dulu”

“Hati-hati, Mas”

Kegelisahan masih menyelinap dalam benak Dewi. Tiba-tiba saja Dewi dikagetkan sapaan dari dalam rumahnya.

“Dari mana Ndok?”

“Dari coban, Mak”

Maknya kaget, langsung menyeret Dewi duduk di kursi.

“Dari Coban?! Mak kan sudah bilang. Jangan main ke Coban. Usia pernikahanmu masih selapan”

Tiba-tiba hand phone Dewi berbunyi.

“Dewi, yang sabar ya…”

“Kenapa Mbak?”

“Pokoknya yang sabar!”

“Iya Mbak”

“Mak mana, Dewi?”

Dewi memberikan hand phonenya pada Emaknya. Lansung lemas diam dan duduk dikursi bersandingan dengan Dewi.

“Sudah Mak bilang, kalian jangan main-main ke Coban Rondo dulu!”

“Ada apa Mak?”

“Suamimu meninggal, kecelakaan sehabis beli rokok di toko Mbakmu”

“Apa Mak! Yang benar Mak?!”

Mak Dewi menganggukan kepala. Dewi lemas. Tak terbayangkan semuanya. Dewi menangis di pangkuan Emaknya. Berusaha berdiri ketika mobil jenazah sampai rumahnya dan membawa suaminya untuk dimandikan lalu dimakankan.

***

Masih larut dalam kesedian, Dewi berjalan-jalan lagi mengunjungi air terjun. Sampai di tepi air terjun Dewi mamandang jatuhnya air. Dewi melihat lagi wajahnya sambil tersenyum memandangnya.

“Kemarilah… Dewi, kemarilah… Dewi. Mendekatlah…”

Dewi melangkahkan kakinya pelan-pelan sepertinya tubuhnya melayang-layang. Dewi semakin dekat dengan air terjun. Ada tangan menuntunnya. Dewi masuk dalam air terjun dekat sekali dengan batu yang nampak dalam mimpinya. Seperti kamar permaisuri, harum… penuh bunga-bunga.

***

Terlihat wajah sedih menaburkan bunga kembang tujuh rupa. Di samping-samping air terjun.

“Tuhan, salah apalagi hambamu ini. Dua kali terjadi pada ke dua anak perempuanku”

Lalu perempuan tersebut melihat wajah anak-anaknya dan suaminya sedang berada di atas gerobak yang ditarik oleh kuda putih. Mereka semua mengenakan kain putih. Dan melambaikan tangan pada perempuan tua yang menabur bunga.

“Berdiamlah di situ anakku, pacu kudanya. Aku menunggumu jika malam bulan purnama tiba”

Malang, 2010

*) Pegiat Pelangi Sastra Malang dan Guru SMK Muhammadiyah 2 Malang.

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Anzieb A. Aziz Masyhuri A. Hana N.S A. Iwan Kapit A. Khoirul Anam A. Kurnia A. Purwantara A. Qorib Hidayatullah A. Rego S. Ilalang A. Syauqi Sumbawi A.C. Andre Tanama Aa Sudirman Abd. Basid Abdul Aziz Rasjid Abdul Ghofar Abdul Hadi W.M. Abdul Kirno Tanda Abdul Lathif Abdul Malik Abdul Muid Badrun Abdul Wachid B.S. Abdullah Alawi Abdullah Ubaid Matraji Abdurrahman Wachid Abdurrahman Wahid Abonk El ka’bah Acep Zamzam Noor Ach. Nurcholis Majid Achmad Farid Tuasikal Achmad Maulani Adi Faridh Adi Marsiela Adi Sucipto Adian Husaini Aditya Ardi N Adreas Anggit W. Adrian Ramdani AF. Tuasikal Afnan Malay Afrizal Malna AG Hadzarmawit Netti AG. Alif Agama Para Bajingan Agnes Majestika Aguk Irawan M.N. Agung Prihantoro Agus Aris Munandar Agus B. Harianto Agus Bing Agus Buchori Agus M. Irkham Agus Noor Agus R Sarjono Agus S Warman Agus Sri Danardana Agus Sulton Aguslia Hidayah AH J Khuzaini Ahda Imran Ahid Hidayat Ahmad Badrus Sholihin Ahmad Farid Yahya Ahmad Fatoni Ahmad Maltup SA Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Muhli Junaidi Ahmad Rafiq Ahmad Rifa’i Rif’an Ahmad Syafii Maarif Ahmad Taufik Ahmad Thohari Ahmad Tohari Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Akhiriyati Sundari Akhmad Fatoni Akhmad Sekhu Akhmad Taufiq Akmal Nasery Basral Al-Fairish Alang Khoiruddin Alex R Nainggolan Ali Irwanto Ali Mahmudi CH Ali Rif’an Alvi Puspita Amang Mawardi Ambarukminingsih Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Amir Hamzah Amirullah Ana Mustamin Anam Rahus Andari Karina Anom Andhi Setyo Wibowo Andik Nurcahyo AndongBuku #3 Andry Deblenk Anindita S. Thayf Aning Ayu Kusuma Anis Faridatur Rofiah Anjrah Lelono Broto Antologi Sastra Lamongan Anwari WMK Aprillia Ika Arie MP Tamba Arie Yani Arief Junianto Arif Bagus Prasetyo Arif Firmansyah Arifun Najib Arman A.Z. Arswendo Atmowiloto Arti Bumi Intaran Arys Hilman Asarpin Asep Sambodja Asrama Mahasiswa Aceh Sabena Asri Bariqah Awalludin GD Mualif Azumardi Azra Azyumardi Azra Baca Puisi Badaruddin Amir Balada Bambang kempling Bambang Satriya Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Beni Setia Benni Indo Benny Benke Benny D Koestanto Bentara Budaya Yogyakarta Berita Berita Koran Bernada Rurit Bernarda Rurit Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budi Darma Budi Palopo Budi Purnomo Buldanul Khuri Bunda Zakyzahra Tuga Bungaran Antonius Simanjuntak Candrakirana Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cawapres Jokowi Cerpen Chairil Anwar Chamim Kohari Che Guevara Coronavirus Cover Buku Kritik Sastra Cover Depan Majalah Progresif SMA Wahid Hasyim Model edisi II Cover Depan Majalah Progresif SMA Wahid Hasyim Model edisi IV Cover Majalah Progresif SMA Wahid Hasyim Model edisi V D. Zawawi Imron Dadan Maula Darmawan Dadang Ari Murtono Dahlan Kong Damanhuri Zuhri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Daniel Paranamesa Darju Prasetya Darmanto Jatman Dedy Tri Riyadi Dedykalee Deni Ali Setiono Deni Jazuli Denny Ardiansyah Denny JA Denny Mizhar Desa Glogok Karanggeneng Lamongan Desi Sommalia Gustina Desiana Medya A.L Dewan Kesenian Lamongan Dewi Indah Sari Dhanu Priyo Prabowo di Bluri di Karangasem Dian Sukarno Diana AV Sasa Diana Ifrina Ernawati Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jatim Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Dini Tri Dinoroy M. Aritonang Dion Maulana Prasetya Diskusi buku Djaka Susila Djenar Maesa Ayu Djesna Winada Djoko Pitono Djoko Saryono Djulianto Susantio Dody Kristianto Dody Yan Masfa Dr. Hilma Rosyida Ahmad Drs H Budiono Herusatoto Drs H Choirul Anam Drum Band MI Miftahul Ulum (Kuluran) Dudi Rustandi Dunia Penerbitan Indonesia Dwi Arjanto Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Kartika Rahayu Dwi Nikmatika Roma Dwi Pranoto Dwidjo Maksum Dyah Ayu Fitriana Eddy D. Iskandar Edeng Syamsul Ma’arif Edi Faisol Edy Firmansyah Edy Sartimin Eka Budianta Eka Fendri Putra Eko Hendri Saiful El Sahra Mahendra Elly Burhaini Faizal Elly Trisnawati Ellyn Novellin Emerson Yuntho Emha Ainun Nadjib Emil WE Endang Supriyadi Endi Haryono Endri Y Erdogan Esai Esha Tegar Putra Esme Fadliha Etik Widya Evan Ys Evieta Fadjar F Rahardi Fadjriah Nurdiarsih Fahmi Fahrudin Nasrulloh Fakhrunnas MA Jabbar Fanani Rahman Faris Al Faisal Fariz al-Nizar Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fathurrahman Karyadi Felix K. Nesi Festival Mocosik Festival Seni Internasional 2010 Yogyakarta Festival Seni Internasional 2014 Yogyakarta Festival Teater Religi Festival Teater Religi Pelajar SLTA Se-kabupaten Lamongan festivalsenisurabaya.com Fikri. MS Firdawsi Fortus Pake Forum Lingkar Pena Forum Lingkar Pena Lamongan Forum Penulis dan Penggiat Literasi Lamongan (FP2L) Forum Santri Nasional Foto Franditya Utomo Fransiskus Nesten Marbun ST Franz Magnis-Suseno Friski Riana Fuad Hasan Nasihin Fuji Pratiwi Furqon Lapoa Galuh Tulus Utama Ganug Nugroho Adi Gde Artawa Gede Mugi Raharja Gedung Sabudga UNISDA Lamongan Gedung Sangbala Gerakan Literasi Nasional Gerakan Surah Buku (GSB) Gito Waluyo Goenawan Mohamad Golput Grathia Pitaloka Gugun El-Guyanie Gunoto Saparie Gus Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin Gus Dur H Ikhsan Effendi H. Usep Romli H.M H.B. Jassin H.O.S Cokroaminoto Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf Hadi Napster Hadziq Jauhary Halim H.D. Halimatussa’diyah Hamberan Syahbana Hamluddin Hana Pertiwi Hanif Nashrullah Hardono Haris del Hakim Haris Firdaus Haris Priyatna Haris Saputra Hartono Harimurti Hary B Kori’un Hasan Aspahani Hasan Basri Hasan Junus Hasanuddin WS Hasnan Bachtiar Helmi Y Haska Helmy Tasaufy Hera Khaerani Herdiyan Heri C Santoso Heri Latief Herman Herman Hasyim Herman RN Herry Lamongan Herry Mardianto Hikmat Gumelar HL Renjis Magalah Homaedi I Made Asdhiana I Nyoman Suaka I Wayan Seriyoga Parta IBM. Dharma Palguna Ibnu PS Megananda Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Ida Fitri Ignas Kleden Ilham Safutra Ilham Wancoko Imam Mustofa Imam Nawawi Imam Qodim Al-Haromain Imam Zanatul Huaeri Imamuddin SA Imelda Imron Arlado Imron Rosidi Imron Rosyid Imron Tohari Indrian Koto Ingki Rinaldi Ipik Tanoyo Ire Irvan Sihombing Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Iskandar Zulkarnain Ismet NM Haris Ismi Wahid Isnanur Janah Iswadi Pratama Isyana Artharini Iwan Nurdaya-Djafar Iwank Jadid Al Farisy Jafar M Sidik Janual Aidi Javed Paul Syatha Jazzi Jejak Laskar Hisbullah Jombang Jembatan Kuno Yang Misterius Jiero Cafe Jihan Fauziah JJ. Kusni Jo Batara Surya Jodhi Yudono Jogjanews.com John Joseph Sinjal Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Jual Buku Paket Hemat Juara Ke 3 Lomba Lompat Jauh DISPORA LAMONGAN Jumartono Jurnalisme Sastra Jusuf A.N K.H. M. Najib Muhammad K.H. Ma’ruf Amin K.Y. Karnanta Kadjie Mudzakir Kaheesa Kirania Putri Ayu Kang Daniel Kapal Nabi Nuh Karanggeneng Karkono Kasnadi Katrin Bandel Kautsar Muhammad Kedai Kopi Sastra Kedung Darma Romansha Kemah Budaya Panturan (KBP) KH Abdul Ghofur KH Bisri Syansuri KH. Abdul Aziz Masyhuri KH. M. Najib Muhammad KH. Ma'ruf Amin Khairul Mufid Jr Khoirul Abidin Khoirul Inayah Ki Ompong Sudarsono Ki Supriyoko Kiagus Wahyudi Kika Dhersy Putri Kitab Arbain Nawawi KITLV Koh Young Hun Koko Sudarsono Kompas TV Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Komunitas Perupa Lamongan Komunitas Perupa Lamongan (KOSPELA) Komunitas Sastra Ilalang Indonesia (KSII) Komunitas Sastra Teater Lamongan (KOSTELA) Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Komunitas-komunitas Teater di Lamongan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Kopi Bubuk Mbok Djum Kopi Sunan Drajat Kopuisi Koskow Kostela KPRI IKMAL Lamongan Krisman Kaban Kritik Sastra Kukuh Yudha Karnanta Kulonprogo Kurnia Effendi Kurnia Sari Aziza Kurniawan Kurniawan Junaedhie Kurniawan Muhammad Kuswinarto L Ridwan Muljosudarmo Laboratorium Sinematografi dan Pertunjukan UNISDA Lamongan Lagu Lailiyatis Sa'adah Laksmi Sitoresmi Lamongan Lan Fang Langgeng Widodo Larung Sastra Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Leo Tolstoy Lina Kelana Linda Sarmili Literasi Liza Wahyuninto Lugiena De Lukas Adi Prasetyo Lukisan Lukisan Potret K.H. Hasyim Asy'ari karya Rengga AP Lukman Alm Lukman Santoso Az Luqman Almishr Lusia Kus Anna Lutfi S. Mendut Lynglieastrid Isabellita M Zainuddin M. Afif Hasbullah M. Faizi M. Lutfi M. Mushthafa M. Romandhon M. Sunyoto M. Yoesoef M. Yunis M.D. Atmaja M’Shoe Made Geria Mahendra Cipta Mahfud Ikhwan Mahmud Jauhari Ali Mahmud Syaltut Usfa Mahrus eL-Mawa Majelis Ulama Indonesia Malam Apresiasi Seni Tanahmerah Ponorogo Maman S. Mahayana Maqhia Nisima Marcus Suprihadi Mardi Luhung Mardiansyah Triraharjo Marhalim Zaini Maria D. Andriana Maria Magdalena Bhoernomo Maroeli Simbolon S. Sn Martin Aleida Maruli Tobing Mashuri Masuki M. Astro Matroni El-Moezany Mawar Kusuma Wulan Medco Media Lamongan Mega Vristian Mei Anjar Wintolo Meka Nitrit Kawasari Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Memoar Memoar Purnama di Kampung Halaman Mentari Meida Mh Zaelani Tammaka MI Thoriqotul Hidayah Pilang 1 Mia Arista Michael Gunadi Widjaja Mien Uno (Ibunda Sandiaga Uno) Miftahul A’la Misbahus Surur Moch. Faisol Mochammad A. Tomtom Moh. Ghufron Cholid Moh. Jauhar al-Hakimi Moh. Samsul Arifin Mohamad Ali Hisyam Mohammad Afifi Mohammad Ali Athwa Mohammad Eri Irawan Mohammad Rafi Azzamy MTs Putra-Putri Simo Sungelebak Muh Kholid A.S Muhammad Al-Mubassyir Muhammad Alfatih Suryadilaga Muhammad Amin Muhammad Arif Muhammad Aris Muhammad Eko Nugroho Muhammad Hidayat Muhammad Muhibbuddin Muhammad Musa Muhammad N. Hassan Muhammad Rasyid Ridho Muhammad Subarkah Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun Muhammadun AS Muhidin M. Dahlan Mukafi Niam Mukhsin Amar Mulyani Hasan Mulyo Sunyoto Mulyosari Banyuurip Ujung Pangkah Gresik Jawa Timur Munawir Aziz Muntamah Cendani Musfarayani Musfi Efrizal N. Syamsuddin CH. Haesy Nadine Tri Duhita Naim Nanang Suryadi Naqib Najah Naskah Teater Nasrullah Nara Nazaruddin Azhar Neli Triana Ngatini Rasdi Nh. Anfalah Ni Luh Made Pertiwi F Ni Made Frischa Aswarini Ninuk Mardiana Pambudy Nono Anwar Makarim Noor H. Dee Noval Jubbek Noval Maliki Novel Novel Pekik Nu’man ’Zeus’ Anggara Nur Hayati Nur Kholiq Nur Kholis Huda Nurani Soliha Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nuruddin Al Indunissy Nurul Anam Nurul Komariyah Nuryana Asmaudi Obrolan Ochi Oil on Canvas Oky Sanjaya Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Paciran Pameran Seni Rupa Pangkah Kulon Ujungpangkah Gresik Panji Satrio Patung Sphinx PC. Lesbumi NU Babat PDS H.B. Jassin Pekan Literasi Lamongan 2020 Pelukis Dahlan Kong Pelukis Harjiman Pelukis Jumartono Pelukis Saron Pelukis Senior Tarmuzie Pendidikan Penerbit Progresif Penerbit PUstaka puJAngga Penerbit SastraSewu Pengajian Pengetahuan Peringatan Hari Santri TPQ Al-Hidayah 22 Oktober 2017 Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Pesantren Sunan Drajat Peserta TEMU SASTRA JAWA TIMUR 2011 Pilang Tejoasri Lamongan Jawa Timur Pilang Tejoasri Laren Lamongan Jawa Timur Politik Pondok Pesantren Al-Madienah Pondok Pesantren Ali Bin Abi Thalib Kota Tidore Kepulauan Pondok Pesantren Pendopo Watu Bodo Pramoedya Ananta Toer Pramono Pringgo HR Prof Dr Achmad Zahro Prof Dr Aminuddin Kasdi Prosa Proses Kreatif Puisi Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin Puspita Rose Pustaka GU Pustaka Ilalang PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Setia Putu Wijaya R. N. Bayu Aji R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Rafita Dewi Rahmah Maulidia Rahmat Sularso Nh Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rameli Agam Rana Akbari Raras Cahyafitri Ratih Kumala Raudal Tanjung Banua Raudlotul Immaroh Redland Movie Reiny Dwinanda Rengga AP Resensi Revdi Iwan Syahputra Riadi Ngasiran Rian Sindu Ribut Wijoto Ridlwan Ridwan Munawwar Riki Utomi Rinny Srihartiny Rinto Andriono Risang Anom Pujayanto Robert Adhi Kusumaputra Robin Al Kautsar Roby Karokaro Rodli TL Rof Maulana Rofiqi Hasan Rojiful Mamduh Rokhim Sarkadek Rosdiansyah Rosi Rosidi Rudi S. Kalianda Rukardi Rumah Budaya Pantura Rumah Budaya Pantura (RBP) Rumah Budaya Pantura Lamongan Rx King Motor S Jai S Yoga S.W. Teofani Sabiq Carebesth Sabrank Suparno Sabrina Asril Sainul Hermawan Sajak Salamet Wahedi Salim Alatas Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sanggar Pasir Sanggar Pasir Art and Culture Sanggar Rumah Ilalang Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Saratri Wilonoyudho Sari Oktafiana Sasti Gotama Sastra Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sayuri Yosiana Sejarah SelaSastra SelaSastra #24 di Boenga Ketjil Jombang Selvie Monica S Sendang Duwur Tahun 1920 Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Septi Sutrisna Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Shohebul Umam JR Sidik Nugroho Wrekso Wikromo Sifa Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simon Saragih Sirikit Syah Siti Muti’ah Setiawati Siti Muyassarotul Hafidzoh Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Slamet Rahardjo Rais Slavoj Zizek Soelistijono Soetanto Soepiadhy Sofian Dwi Sofyan RH. Zaid Sohirin Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sreismitha Wungkul Sri Mulyani Sri Wintala Achmad ST Indrajaya Stanley Adi Prasetyo Stefanus P. Elu Suci Ayu Latifah Sudarmoko Sudirman Hasan Sugeng Ariyadi Sugeng Wiyadi Sugiarto Sugito Wira Yuda Suhartono Sujatmiko Sukardi Rinakit Sukitman Sumenep Sunarno Wibowo Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Supriyadi Suripto SH Surya Lesmana Suryanto Sastroatmodjo Susianna Susie Evidia Y Sutamat Arybowo Sutardi Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suyadi San Suyatmin Widodo Svet Zakharov Syaf Anton Wr Syaiful Bahri Syaiful Irba Tanpaka Syaiful Mustaqim Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Abdul Jabbar al-Hasani Asyadzili Syaikh Yusri al-Hasani Al Azhari Syamsul Arifin Syi'ir Tamrin Bey TanahmeraH ArtSpace Tanjung Kodok Tahun 1947 Tasman Banto Taufik Rachman Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teater Teater Air Teater Bias Teater Biru Teater Cepak Teater Dua Teater Ganast MAN Lamongan Teater Kanjeng Teater Lingkar Merah Putih Teater Mikro Teater nDrinDinG Teater Nusa Teater Padi Teater Sakalintang Teater Sangbala Teater Sundra Teater Tali Mama Teater Taman Teater Tewol Teater Tewol Lamongan Teguh LR Teguh Winarsho AS Temu Karya Teater Jawa Timur XXI Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Thamrin Dahlan Tharie Rietha The Ibrahim Hosen Institute (IHI) Thohir Thompson Hs Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto To Take Delight Toni Munajat Tosa Poetra Tri Andhi S Tri Wahono Trisno S. Sutanto Triyanto triwikromo Tu-ngang Iskandar Tulus S Umar Fauzi Umbu Landu Paranggi Unieq Awien Universitas Airlangga Surabaya Universitas Jember Untung Basuki Ustadz Charis Bangun Samudra Utami Diah Kusumawati Uwell's King Shop Uwell's Setiawan Veven Sp. Wardhana Viddy AD Daery Virdika Rizky Utama W. Haryanto W.S. Rendra Wachid Nuraziz Musthafa Wahyu Aji Wahyudi Zuhro Wan Anwar Warjati Suharyono Wawan Eko Yulianto Wawan Hudiyanto Wawancara Wayan Sunarta Welly Suryandoko Willem B Berybe Winarta Adisubrata Wong Wing King Wuri Kartiasih Y. Wibowo Yanuar Jatnika Yanuar Yachya Yaumu Roikha Yayasan Thoriqotul Hidayah 1 Yerusalem Ibu Kota Palestina Yesi Devisa YF La Kahija Yogyo Susaptoyono Yohanes Sehandi Yok’s Slice Priyo Yoks Kalachakra Yona Primadesi Yonathan Rahardjo Yudi Latief Yuli Yuni Ikawati Yurnaldi Yushifull Ilmy Yusri Fajar Yusuf Suharto Zahrotun Nafila Zaim Uchrowi Zainal Arifin Thoha Zaki Zubaidi Zamakhsyari Abrar Zawawi Se Zehan Zareez Zelfeni Wimras Zen Hae Zuhdi Swt