Memuat...

Selasa, Oktober 21, 2014

MEMUNGUT JEJAK FIGUR RAHMATAN LIL’ALAMIN

Judul Buku: Pesan Al Quran untuk Sastrawan
Jenis Buku: Kumpulan Esai Budaya dan Agama
Pengarang: Aguk Irawan MN
Tahun: 2013
Penerbit: Jalasutra Yogyakarta
Tebal: x + 434 hlm; 15 cm x 23 cm
Peresensi: Imamuddin SA

Membaurkan Gradasi Sejarah

Beni Setia
Lampung Post, 25 Nov 2012

BANYAK mata acara di Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) 2012, meskipun fokus utamanya mengarah pada? Musyawarah Agung Penulis Cerita Silat dan Sejarah Nusantara?, yang diselenggarakan di Awadana Manohara Hotel, Borobudur, Magelang, 28?31 Oktober. Acara di mana para penulis bertemu. Kreator–menurut Yoke Darmawan–tak habis-habisnya mengeksplor berbagai kenyataan dengan mengaktifkan imajinasi. Si yang mengamati, mengumpulkan bahan-bahan dengan riset dan melihat dunia?baik hari ini, di masa silam, bahkan yang dibayangkan mungkin ada di masa depan?bersua. Namun, apa terjadi silaturahmi di antara para kreator itu?

Sahibul Hikayat: Zaman Edan dan Polemik Kebudayaan Jawa

Herry Mardianto
sastrayogyakarta.blogspot.com

Persoalan yang selalu “mengundang perhatian”, tumbuh dan berkembang di belahan negara manapun (termasuk Indone­sia) adalah persoalan ideologi, na­sionalisme, dan kebudayaan. Ketiga persoalan itu menjadi menarik karena tidak dapat dilepaskan dari persoalan politik, dan ketiganya berada dalam dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.

Kwatrin Ringin Contong: Kehendak Menggenggam Dua Kosmologi

Tjahjono Widijanto

Dengan bisik isyarat alam mengucap amanat.
Makna riang atau dingin menanti arah angin.
Pundak penyair memanggul bahasa berabad.
Menera zalim serta benderang akal dan batin.

(“Sebelum Perjalanan”, Binhad Nurrohmat)

Sastra Eksil, Sastra Rantau

Saut Situmorang
boemipoetra.wordpress.com

Dalam bahasa Inggris istilah “exile”, yang diindonesiakan menjadi “eksil”, memiliki tiga pengertian. Pertama, sebuah ketakhadiran, sebuah absensi yang panjang dan biasanya karena terpaksa dari tempat tinggal ataupun negeri sendiri. Kedua, pembuangan secara resmi (oleh negara) dari negeri sendiri, dan pengertian ketiga adalah seseorang yang dibuang ataupun hidup di luar tempat tinggal ataupun negerinya sendiri (perantau, ekspatriat). Istilah “exile” itu sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu “exsilium” (pembuangan) dan “exsul” (seseorang yang dibuang).

Pengikut