Jumat, Desember 30, 2011

A L I E N

Sri Wintala Achmad
__Kedaulatan Rakyat, Yogya

TAK disangka, Alien yang semasih kecil sakit-sakitan itu telah tumbuh menjadi perawan sempurna. Matanya yang melukiskan kecerdasan otaknya berbinar seperti bintang kembar. Wajahnya yang selalu dibasahi air Telaga Tirta Maningkem itu melampau bentangan langit safir. Pada usia tujuh belas, Alien menjadi kembang desa Karang Kabolotan.

Setiap malam, rumah Alien tidak sepi dengan kunjungan laki-laki. Terlebih malam Minggu ketika Alien tidak disibukkan dengan pekerjaan sekolahnya. Di ruang tamu dan teras rumah hanya dipenuhi laki-laki yang mengharapkan cintanya. Tetapi banyak lelaki kecewa. Alien menganggap mereka hanya kawan biasa. Alien bilang kepada ayahnya, “Aku belum siap berumah tangga.”

Dua tahun kemudian, rumah Alien seperti kuburan. Tak ada lelaki berkunjung. Alien telah pergi ke kota. Dengan beasiswa, Alien kuliah dan kos di samping kampus ternama di kota Madukara. Kampus berkelas international yang merupakan kebanggaan bagi setiap mahasiswa. Termasuk Alien yang berhasrat membangun kebobrokan Negara yang dihancurkan para pimpinan. Presiden, menteri, gubernur, walikota, bupati, camat, lurah, dan dukuh tak ubah drakula yang kebal matahari. Menghisap darah rakyatnya sendiri.

Dalam waktu singkat, Alien lulus dengan predikat mahasiswi teladan. Ayah dan Ibu Alien menitikkan air mata kebahagiaan. Anak semata wayangnya telah membawa nama baik mereka di depan sekelompok orang pintar. Para sarjana yang diharapkan menjadi penyelamat Negara. Bukan para penganggur tolol yang mati kelaparan kalau tidak bekerja sebagai pegawai negeri. Mendapat upah hanya dengan datang, duduk, tanda tangan, dan pulang sebelum selesai jam kerja.

Di depan patung Jendral Dewi Srikandi di taman halaman kampus, Alien berpotret bersama kedua orang tuanya. Meski berawan, langit tampak cerah di mata Alien yang mampu membahagiakan kedua orang tuanya itu. Di dalam taksi silver yang meluncur ke desa Karang Kabolotan, Alien berbisik pada ibunya. “Aku ingin tinggal bersama Ibu dan Ayah. Membangun desa bersama seluruh warga Karang Kabolotan.”

Tak sepatah kata meluncur dari mulut ibunya. Hanya air mata kebahagiaan yang sederas hujan tumpah dari langit. Taksi silver berhenti di halaman rumah Alien yang dipenuhi warga Desa Karang Kabolotan. Menyambut kedatangan Alien tanpa mantel dan payung. Mereka berebutan menjabat tangan Alien yang keluar dari taksi silver. Rumah Alien yang lama menyerupai kuburan sontak berubah seramai pasar murah.

Duduk di ruang tamu, Alien seperti ratu. Namun di mata Kyai Sobrah, Alien seperi juru selamat yang turun dari langit. Perempuan pilihan yang bakal menyelamatkan desa dari keserakahan perangkat kalurahan. Orang-orang yang menyulap perbukitan menjadi perumahan, dan lahan pertanian menjadi kawasan industri yang dibangun para pemodal. “Aku mohon kepadamu untuk menjagokan diri sebagai calon lurah Karang Kabolotan.”

“Tidak!” Alien menatap tajam lurus ke luar. Air hujan masih deras ditumpahkan dari langit. Kilat menyambar-nyambar seperti naga api yang akan melebur bumi dengan segala kebobrokannya. Berondongan guntur seperti konser timpani yang dipukul bangsa iblis. Roh-roh dari negeri kegelapan yang bertahta di kerajaan jiwa setiap penguasa. “Cita-citaku hanya satu. Aku ingin menjadi warga yang turut menyalamatkan bumi dari kehancurannya. Warga berjiwa punakawan,”

“Semar?”

Alien diam. Pandangannya beralih pada wayang Semar yang dipajang ayahnya di dinding ruang tamu. “Bukanl Aku bukan Semar yang menelan gunung namun tak mampu memuntahkannya. Aku bukan Semar yang terkutuk karena kerakusannya.”

Berlagak bijak, Kyai Sobrah mengangguk-angguk. Sebagaimana warga desa Karang Kabolotan lainnya, orang tua itu meninggalkan rumah Alien. Sehabis hujan reda. Sehabis piring-piring kosong dari makanan kecil dan cangkir-cangkir tinggal menyisakan ampas kopi. Sehabis senja mengharuskan lampu-lampu untuk dinyalakan.

***

Tengah malam Alien keluar rumah. Berdiri tegap di halaman depan pintu utama. Bersedekap. Mata terpejam di bawah langit tak berawan. Tubuhnya merasakan guyuran cahaya purnama. Semilir angin beraroma melati dari lambung telaga Tirta Maningkem menggetarkan tubuhnya. Telinga batinnya menangkap suara Nyai Dorodasih. “Karang Kabolotan harus kamu selamatkan. Warga telah lama hidup dalam pembodohan. Tak tahu kalau tanah warisan leluhurnya telah dicengkeram raja-raja kecil berkipas uang.”

“Apa yang harus aku lakukan?”

“Saat pemilihan lurah tiba, kamu harus siap menjadi lurah. Seluruh penduduk akan memilih kamu sebagai lurah. Ini jalan takdirmu yang harus ditempuh. Sekalipun penuh perintang. Seperti badai pada perahu layar.”

“Tapi, Nyai?”

Senyap.

Alien membuka mata. Belum sempat menatap purnama yang mengambang serupa bola emas di langit lepas, Alien memasuki rumah. Ponsel berdering. Alien menuju kamar. Mengangkat ponsel yang tergeletak di samping bantal. Membuka SMS: ‘”Malaikat2 kcl msh main bntang2 di langit. Apkh Alien tlh trlelp dlm mimpi?”

“Nmr siapa?”

“Ko msh ingat pmlik 0274.662.3372?”

“Mad? Kbr angin, ko br plang dr negri sebrang?”

“Bnr. Ayah mnghndaki aq plang. Mwarisi profesi ayahqu sbg developer. Selain memnt jwbanmu atas prnyataan cntqu 4 thn slm. Selps kt dr sma. Apkh bsk Alien pny wkt? Aq ingin ktm.”*

Alien terhanyut ke dalam lautan kenangan empat tahun silam. Masa terindah yang tidak dapat dilupakannya, sewaktu Mad menyatakan cinta di depan gerbang sekolah sesudah acara perpisahan siswa. “Ya. Bsk aq pny wkt. Dmn kt temuan, Mad?”

“Dpn gerbang gedng sklh sma kt. J 2.”

“On time?”

“On time. Good night.”

“See u.”** Pesan terkirim. Alien mematikan ponsel. Menjelang subuh, Alien belum sanggup memejamkan mata. Bayangan Mad, pemuda jantan yang pernah dikenalnya sewaktu SMA itu telah mengeram di dalam benak. Sesudah sembahyang bersama ayah-ibunya, Alien terseret ke peraduan. Bermimpi menjadi kekupu bersayap biru. Terbang bersama Mad. Menuju negeri pelangi yang keindahannya tak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

***

Di depan gerbang SMA yang berseberangan jalan dengan Kalurahan Karang Kabolotan Alien menunggu Mad. Dua lebih tigabelas menit, Mad belum menampakkan batang hidungnya yang tak mancung. Alien kecewa. Namun ketika teringat kata ibunya bahwa lelaki suka ingkar janji, Alien mencoba meluaskan jiwanya seperti samudra.

BMW hitam berhenti di depan Alien. Lelaki dengan kaca mata, T-shir putih dan blue jeans keluar dari mobil itu. “Maaf! Aku harus membantu pekerjaan ayah. Merancang anggaran pembangunan real estate elite yang berlokasi di kawasan selatan Kabupaten Madukara.”

Tidak sepatah kata meluncur dari bibir Alien, selain senyum tipis seanggun setangkup mawar merah. “Bukankah kau datang hanya ingin meminta jawabanku?”

Mad mengangguk.

“Sayang Mad. Aku sudah punya pacar.”

Mad menghirup nafas panjang. Menghempaskannya. “Baiklah. Aku pegi sekarang. Terimakasih kau telah memberi jawaban. Selamat berpisah.”

“Kau mau kemana?”

“Bunuh diri!”

“Kalau kau bunuh diri, lantas kekasihku siapa?”

Awan tebal terlepas dari rengkuhan langit. Di bawah deras hujan, Alien dan Mad berpelukan erat. Berciuman. Mereka seperti Adam-Eva sesudah sekian abad dipisahkan. Dengan tubuh basah, Alien ingin menuntaskan kisah siang itu dengan bercinta. Menyerupai kerbau dalam keluhan, Alien menyerah ketika Mad membawanya ke dalam mobil. BMW hitam meluncur kencang menerjang deras hujan. Menuju pantai selatan.

***

Lewat surat kabar lokal, berita tersiar luas di seluruh Kabupaten Madukara dan provinsi Amarta. Alien dilantik sebagai lurah Karang Kabolotan. Bagi Alien, hari itu merupakan waktu terindah selama hidupnya. Alien dipuja-puja oleh seluruh penduduk Karang Kabolotan melampaui bintang sinetron atau ratu sejagad. Kebanggaan Alien seperti yang dirasakan Dewi Srikandi sewaktu melumpuhkan Resi Bisma di Padang Kurukasetra.

Alien merasa kehidupannya sebagai wanita sempurna. Tatkala dua BMW yang membawa keluarga Mad berhenti di depan rumahnya. Mereka adalah Mad, ayah-ibu dan sanak saudaranya. Melalui pernyataan seorang lelaki paruh baya berkopiah putih, berjas gelap, dan bersarung kotak-kotak, keluarga itu melamar Alien untuk dijadikan istri Mad. Dengan tangan terbuka, keluarga Alien menerima lamaran itu.

Malam pesta perkawinan Alien dan Mad sungguh meriah. Seluruh warga Karang Kabolotan menghadiri pesta itu. Mereka bersuka-cita sampai fajar. Namun beberapa bulan kemudian mereka tidak menyangka kalau rumah tangga Alien menjadi neraka. Menjelang kelahiran anaknya, Alien memilih dicerai Mad dari pada bercerai dengan penduduk Karang Kabolotan. Tak berair mata saat ditinggal Mad yang gagal mendapatkan dukungannya membangun real estate di sisa lahan petani.

Berita perceraian Alien dengan Mad membuat bangga seluruh warga. Hingga mereka menanggap Alien sebagai pahlawan. Bahkan tidak seorang pun yang tak mengibarkan bendera putih atas keguguran Alien pada perang sabil. Di mana keganasannya melampaui perang Baratayuda. Alien telah pergi ke alam keabadiannya saat melahirkan bayinya.

Langit berselimutkan awan pekat. Isyarat bahwa petaka bagi seluruh penduduk bakal segera tiba. Mad, lurah terbaru Karang Kabolotan itu berencana menyulap sisa lahan pertanian menjadi kawasan industri, real estate, dan pertokoan. Di tanah lapang, seluruh warga yang berkumpul melantangkan suara hatinya niscaya bakal senasib budak di tanah warisan leluhurnya sendiri.

Sanggar Gunung Gamping Indonesia, 21072008
________________
Catatan:
*) “Malaikat-malaikat kecil masih main bintang-bintang di langit. Apakah Alien telah terlelap dalam mimpi?”
“Nomer siapa?”
“Kau masih ingat pemilik 0274.662.3372?”
“Mad? Kabar angin, kau baru pulang dari negeri sebrang?”
“Benar. Ayah mnghndaki aku pulang. Mewarisi profesi ayahku sebagai developer. Selain meminta jawabanmu atas pernyataan cintaku 4 tahun silam. Selepas kita dari SMA. Apakah ebsok Alien punya waktu? Aku ingin ketemu.”

**) “Ya. Besok aku punya waktu. Dimana kita temuan, Mad?”
“Depan gerbang gedung sekolah SMA kita. Jam 2.”
“On time?” (Tepat waktu)
“On time. Good night.” (Ya. Selamat tidur).
“See u.” (Sampai nanti)

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Anzieb A. Aziz Masyhuri A. Hana N.S A. Iwan Kapit A. Khoirul Anam A. Kurnia A. Purwantara A. Qorib Hidayatullah A. Rego S. Ilalang A. Syauqi Sumbawi A.C. Andre Tanama Aa Sudirman Abd. Basid Abdul Aziz Rasjid Abdul Ghofar Abdul Hadi W.M. Abdul Kirno Tanda Abdul Lathif Abdul Malik Abdul Muid Badrun Abdul Wachid B.S. Abdullah Alawi Abdullah Ubaid Matraji Abdurrahman Wachid Abdurrahman Wahid Abonk El ka’bah Acep Zamzam Noor Ach. Nurcholis Majid Achmad Farid Tuasikal Achmad Maulani Adi Faridh Adi Marsiela Adi Sucipto Adian Husaini Aditya Ardi N Adreas Anggit W. Adrian Ramdani AF. Tuasikal Afnan Malay Afrizal Malna AG Hadzarmawit Netti AG. Alif Agama Para Bajingan Agnes Majestika Aguk Irawan M.N. Agung Prihantoro Agus Aris Munandar Agus B. Harianto Agus Bing Agus Buchori Agus M. Irkham Agus Noor Agus R Sarjono Agus S Warman Agus Sri Danardana Agus Sulton Aguslia Hidayah AH J Khuzaini Ahda Imran Ahid Hidayat Ahmad Badrus Sholihin Ahmad Farid Yahya Ahmad Fatoni Ahmad Maltup SA Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Muhli Junaidi Ahmad Rafiq Ahmad Rifa’i Rif’an Ahmad Syafii Maarif Ahmad Taufik Ahmad Thohari Ahmad Tohari Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Akhiriyati Sundari Akhmad Fatoni Akhmad Sekhu Akhmad Taufiq Akmal Nasery Basral Al-Fairish Alang Khoiruddin Alex R Nainggolan Ali Irwanto Ali Mahmudi CH Ali Rif’an Alvi Puspita Amang Mawardi Ambarukminingsih Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Amir Hamzah Amirullah Ana Mustamin Anam Rahus Andari Karina Anom Andhi Setyo Wibowo Andik Nurcahyo AndongBuku #3 Andry Deblenk Anindita S. Thayf Aning Ayu Kusuma Anis Faridatur Rofiah Anjrah Lelono Broto Antologi Sastra Lamongan Anwari WMK Aprillia Ika Arie MP Tamba Arie Yani Arief Junianto Arif Bagus Prasetyo Arif Firmansyah Arifun Najib Arman A.Z. Arswendo Atmowiloto Arti Bumi Intaran Arys Hilman Asarpin Asep Sambodja Asrama Mahasiswa Aceh Sabena Asri Bariqah Awalludin GD Mualif Azumardi Azra Azyumardi Azra Baca Puisi Badaruddin Amir Balada Bambang kempling Bambang Satriya Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Beni Setia Benni Indo Benny Benke Benny D Koestanto Bentara Budaya Yogyakarta Berita Berita Koran Bernada Rurit Bernarda Rurit Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budi Darma Budi Palopo Budi Purnomo Buldanul Khuri Bunda Zakyzahra Tuga Bungaran Antonius Simanjuntak Candrakirana Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cawapres Jokowi Cerpen Chairil Anwar Chamim Kohari Che Guevara Coronavirus Cover Buku Kritik Sastra Cover Depan Majalah Progresif SMA Wahid Hasyim Model edisi II Cover Depan Majalah Progresif SMA Wahid Hasyim Model edisi IV Cover Majalah Progresif SMA Wahid Hasyim Model edisi V D. Zawawi Imron Dadan Maula Darmawan Dadang Ari Murtono Dahlan Kong Damanhuri Zuhri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Daniel Paranamesa Darju Prasetya Darmanto Jatman Dedy Tri Riyadi Dedykalee Deni Ali Setiono Deni Jazuli Denny Ardiansyah Denny JA Denny Mizhar Desa Glogok Karanggeneng Lamongan Desi Sommalia Gustina Desiana Medya A.L Dewan Kesenian Lamongan Dewi Indah Sari Dhanu Priyo Prabowo di Bluri di Karangasem Dian Sukarno Diana AV Sasa Diana Ifrina Ernawati Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jatim Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Dini Tri Dinoroy M. Aritonang Dion Maulana Prasetya Diskusi buku Djaka Susila Djenar Maesa Ayu Djesna Winada Djoko Pitono Djoko Saryono Djulianto Susantio Dody Kristianto Dody Yan Masfa Dr. Hilma Rosyida Ahmad Drs H Budiono Herusatoto Drs H Choirul Anam Drum Band MI Miftahul Ulum (Kuluran) Dudi Rustandi Dunia Penerbitan Indonesia Dwi Arjanto Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Kartika Rahayu Dwi Nikmatika Roma Dwi Pranoto Dwidjo Maksum Dyah Ayu Fitriana Eddy D. Iskandar Edeng Syamsul Ma’arif Edi Faisol Edy Firmansyah Edy Sartimin Eka Budianta Eka Fendri Putra Eko Hendri Saiful El Sahra Mahendra Elly Burhaini Faizal Elly Trisnawati Ellyn Novellin Emerson Yuntho Emha Ainun Nadjib Emil WE Endang Supriyadi Endi Haryono Endri Y Erdogan Esai Esha Tegar Putra Esme Fadliha Etik Widya Evan Ys Evieta Fadjar F Rahardi Fadjriah Nurdiarsih Fahmi Fahrudin Nasrulloh Fakhrunnas MA Jabbar Fanani Rahman Faris Al Faisal Fariz al-Nizar Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fathurrahman Karyadi Felix K. Nesi Festival Mocosik Festival Seni Internasional 2010 Yogyakarta Festival Seni Internasional 2014 Yogyakarta Festival Teater Religi Festival Teater Religi Pelajar SLTA Se-kabupaten Lamongan festivalsenisurabaya.com Fikri. MS Firdawsi Fortus Pake Forum Lingkar Pena Forum Lingkar Pena Lamongan Forum Penulis dan Penggiat Literasi Lamongan (FP2L) Forum Santri Nasional Foto Franditya Utomo Fransiskus Nesten Marbun ST Franz Magnis-Suseno Friski Riana Fuad Hasan Nasihin Fuji Pratiwi Furqon Lapoa Galuh Tulus Utama Ganug Nugroho Adi Gde Artawa Gede Mugi Raharja Gedung Sabudga UNISDA Lamongan Gedung Sangbala Gerakan Literasi Nasional Gerakan Surah Buku (GSB) Gito Waluyo Goenawan Mohamad Golput Grathia Pitaloka Gugun El-Guyanie Gunoto Saparie Gus Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin Gus Dur H Ikhsan Effendi H. Usep Romli H.M H.B. Jassin H.O.S Cokroaminoto Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf Hadi Napster Hadziq Jauhary Halim H.D. Halimatussa’diyah Hamberan Syahbana Hamluddin Hana Pertiwi Hanif Nashrullah Hardono Haris del Hakim Haris Firdaus Haris Priyatna Haris Saputra Hartono Harimurti Hary B Kori’un Hasan Aspahani Hasan Basri Hasan Junus Hasanuddin WS Hasnan Bachtiar Helmi Y Haska Helmy Tasaufy Hera Khaerani Herdiyan Heri C Santoso Heri Latief Herman Herman Hasyim Herman RN Herry Lamongan Herry Mardianto Hikmat Gumelar HL Renjis Magalah Homaedi I Made Asdhiana I Nyoman Suaka I Wayan Seriyoga Parta IBM. Dharma Palguna Ibnu PS Megananda Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Ida Fitri Ignas Kleden Ilham Safutra Ilham Wancoko Imam Mustofa Imam Nawawi Imam Qodim Al-Haromain Imam Zanatul Huaeri Imamuddin SA Imelda Imron Arlado Imron Rosidi Imron Rosyid Imron Tohari Indrian Koto Ingki Rinaldi Ipik Tanoyo Ire Irvan Sihombing Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Iskandar Zulkarnain Ismet NM Haris Ismi Wahid Isnanur Janah Iswadi Pratama Isyana Artharini Iwan Nurdaya-Djafar Iwank Jadid Al Farisy Jafar M Sidik Janual Aidi Javed Paul Syatha Jazzi Jejak Laskar Hisbullah Jombang Jembatan Kuno Yang Misterius Jiero Cafe Jihan Fauziah JJ. Kusni Jo Batara Surya Jodhi Yudono Jogjanews.com John Joseph Sinjal Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Jual Buku Paket Hemat Juara Ke 3 Lomba Lompat Jauh DISPORA LAMONGAN Jumartono Jurnalisme Sastra Jusuf A.N K.H. M. Najib Muhammad K.H. Ma’ruf Amin K.Y. Karnanta Kadjie Mudzakir Kaheesa Kirania Putri Ayu Kang Daniel Kapal Nabi Nuh Karanggeneng Karkono Kasnadi Katrin Bandel Kautsar Muhammad Kedai Kopi Sastra Kedung Darma Romansha Kemah Budaya Panturan (KBP) KH Abdul Ghofur KH Bisri Syansuri KH. Abdul Aziz Masyhuri KH. M. Najib Muhammad KH. Ma'ruf Amin Khairul Mufid Jr Khoirul Abidin Khoirul Inayah Ki Ompong Sudarsono Ki Supriyoko Kiagus Wahyudi Kika Dhersy Putri Kitab Arbain Nawawi KITLV Koh Young Hun Koko Sudarsono Kompas TV Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Komunitas Perupa Lamongan Komunitas Perupa Lamongan (KOSPELA) Komunitas Sastra Ilalang Indonesia (KSII) Komunitas Sastra Teater Lamongan (KOSTELA) Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Komunitas-komunitas Teater di Lamongan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Kopi Bubuk Mbok Djum Kopi Sunan Drajat Kopuisi Koskow Kostela KPRI IKMAL Lamongan Krisman Kaban Kritik Sastra Kukuh Yudha Karnanta Kulonprogo Kurnia Effendi Kurnia Sari Aziza Kurniawan Kurniawan Junaedhie Kurniawan Muhammad Kuswinarto L Ridwan Muljosudarmo Laboratorium Sinematografi dan Pertunjukan UNISDA Lamongan Lagu Lailiyatis Sa'adah Laksmi Sitoresmi Lamongan Lan Fang Langgeng Widodo Larung Sastra Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Leo Tolstoy Lina Kelana Linda Sarmili Literasi Liza Wahyuninto Lugiena De Lukas Adi Prasetyo Lukisan Lukisan Potret K.H. Hasyim Asy'ari karya Rengga AP Lukman Alm Lukman Santoso Az Luqman Almishr Lusia Kus Anna Lutfi S. Mendut Lynglieastrid Isabellita M Zainuddin M. Afif Hasbullah M. Faizi M. Lutfi M. Mushthafa M. Romandhon M. Sunyoto M. Yoesoef M. Yunis M.D. Atmaja M’Shoe Made Geria Mahendra Cipta Mahfud Ikhwan Mahmud Jauhari Ali Mahmud Syaltut Usfa Mahrus eL-Mawa Majelis Ulama Indonesia Malam Apresiasi Seni Tanahmerah Ponorogo Maman S. Mahayana Maqhia Nisima Marcus Suprihadi Mardi Luhung Mardiansyah Triraharjo Marhalim Zaini Maria D. Andriana Maria Magdalena Bhoernomo Maroeli Simbolon S. Sn Martin Aleida Maruli Tobing Mashuri Masuki M. Astro Matroni El-Moezany Mawar Kusuma Wulan Medco Media Lamongan Mega Vristian Mei Anjar Wintolo Meka Nitrit Kawasari Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Memoar Memoar Purnama di Kampung Halaman Mentari Meida Mh Zaelani Tammaka MI Thoriqotul Hidayah Pilang 1 Mia Arista Michael Gunadi Widjaja Mien Uno (Ibunda Sandiaga Uno) Miftahul A’la Misbahus Surur Moch. Faisol Mochammad A. Tomtom Moh. Ghufron Cholid Moh. Jauhar al-Hakimi Moh. Samsul Arifin Mohamad Ali Hisyam Mohammad Afifi Mohammad Ali Athwa Mohammad Eri Irawan Mohammad Rafi Azzamy MTs Putra-Putri Simo Sungelebak Muh Kholid A.S Muhammad Al-Mubassyir Muhammad Alfatih Suryadilaga Muhammad Amin Muhammad Arif Muhammad Aris Muhammad Eko Nugroho Muhammad Hidayat Muhammad Muhibbuddin Muhammad Musa Muhammad N. Hassan Muhammad Rasyid Ridho Muhammad Subarkah Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun Muhammadun AS Muhidin M. Dahlan Mukafi Niam Mukhsin Amar Mulyani Hasan Mulyo Sunyoto Mulyosari Banyuurip Ujung Pangkah Gresik Jawa Timur Munawir Aziz Muntamah Cendani Musfarayani Musfi Efrizal N. Syamsuddin CH. Haesy Nadine Tri Duhita Naim Nanang Suryadi Naqib Najah Naskah Teater Nasrullah Nara Nazaruddin Azhar Neli Triana Ngatini Rasdi Nh. Anfalah Ni Luh Made Pertiwi F Ni Made Frischa Aswarini Ninuk Mardiana Pambudy Nono Anwar Makarim Noor H. Dee Noval Jubbek Noval Maliki Novel Novel Pekik Nu’man ’Zeus’ Anggara Nur Hayati Nur Kholiq Nur Kholis Huda Nurani Soliha Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nuruddin Al Indunissy Nurul Anam Nurul Komariyah Nuryana Asmaudi Obrolan Ochi Oil on Canvas Oky Sanjaya Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Paciran Pameran Seni Rupa Pangkah Kulon Ujungpangkah Gresik Panji Satrio Patung Sphinx PC. Lesbumi NU Babat PDS H.B. Jassin Pekan Literasi Lamongan 2020 Pelukis Dahlan Kong Pelukis Harjiman Pelukis Jumartono Pelukis Saron Pelukis Senior Tarmuzie Pendidikan Penerbit Progresif Penerbit PUstaka puJAngga Penerbit SastraSewu Pengajian Pengetahuan Peringatan Hari Santri TPQ Al-Hidayah 22 Oktober 2017 Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Pesantren Sunan Drajat Peserta TEMU SASTRA JAWA TIMUR 2011 Pilang Tejoasri Lamongan Jawa Timur Pilang Tejoasri Laren Lamongan Jawa Timur Politik Pondok Pesantren Al-Madienah Pondok Pesantren Ali Bin Abi Thalib Kota Tidore Kepulauan Pondok Pesantren Pendopo Watu Bodo Pramoedya Ananta Toer Pramono Pringgo HR Prof Dr Achmad Zahro Prof Dr Aminuddin Kasdi Prosa Proses Kreatif Puisi Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin Puspita Rose Pustaka GU Pustaka Ilalang PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Setia Putu Wijaya R. N. Bayu Aji R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Rafita Dewi Rahmah Maulidia Rahmat Sularso Nh Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rameli Agam Rana Akbari Raras Cahyafitri Ratih Kumala Raudal Tanjung Banua Raudlotul Immaroh Redland Movie Reiny Dwinanda Rengga AP Resensi Revdi Iwan Syahputra Riadi Ngasiran Rian Sindu Ribut Wijoto Ridlwan Ridwan Munawwar Riki Utomi Rinny Srihartiny Rinto Andriono Risang Anom Pujayanto Robert Adhi Kusumaputra Robin Al Kautsar Roby Karokaro Rodli TL Rof Maulana Rofiqi Hasan Rojiful Mamduh Rokhim Sarkadek Rosdiansyah Rosi Rosidi Rudi S. Kalianda Rukardi Rumah Budaya Pantura Rumah Budaya Pantura (RBP) Rumah Budaya Pantura Lamongan Rx King Motor S Jai S Yoga S.W. Teofani Sabiq Carebesth Sabrank Suparno Sabrina Asril Sainul Hermawan Sajak Salamet Wahedi Salim Alatas Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sanggar Pasir Sanggar Pasir Art and Culture Sanggar Rumah Ilalang Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Saratri Wilonoyudho Sari Oktafiana Sasti Gotama Sastra Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sayuri Yosiana Sejarah SelaSastra SelaSastra #24 di Boenga Ketjil Jombang Selvie Monica S Sendang Duwur Tahun 1920 Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Septi Sutrisna Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Shohebul Umam JR Sidik Nugroho Wrekso Wikromo Sifa Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simon Saragih Sirikit Syah Siti Muti’ah Setiawati Siti Muyassarotul Hafidzoh Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Slamet Rahardjo Rais Slavoj Zizek Soelistijono Soetanto Soepiadhy Sofian Dwi Sofyan RH. Zaid Sohirin Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sreismitha Wungkul Sri Mulyani Sri Wintala Achmad ST Indrajaya Stanley Adi Prasetyo Stefanus P. Elu Suci Ayu Latifah Sudarmoko Sudirman Hasan Sugeng Ariyadi Sugeng Wiyadi Sugiarto Sugito Wira Yuda Suhartono Sujatmiko Sukardi Rinakit Sukitman Sumenep Sunarno Wibowo Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Supriyadi Suripto SH Surya Lesmana Suryanto Sastroatmodjo Susianna Susie Evidia Y Sutamat Arybowo Sutardi Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suyadi San Suyatmin Widodo Svet Zakharov Syaf Anton Wr Syaiful Bahri Syaiful Irba Tanpaka Syaiful Mustaqim Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Abdul Jabbar al-Hasani Asyadzili Syaikh Yusri al-Hasani Al Azhari Syamsul Arifin Syi'ir Tamrin Bey TanahmeraH ArtSpace Tanjung Kodok Tahun 1947 Tasman Banto Taufik Rachman Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teater Teater Air Teater Bias Teater Biru Teater Cepak Teater Dua Teater Ganast MAN Lamongan Teater Kanjeng Teater Lingkar Merah Putih Teater Mikro Teater nDrinDinG Teater Nusa Teater Padi Teater Sakalintang Teater Sangbala Teater Sundra Teater Tali Mama Teater Taman Teater Tewol Teater Tewol Lamongan Teguh LR Teguh Winarsho AS Temu Karya Teater Jawa Timur XXI Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Thamrin Dahlan Tharie Rietha The Ibrahim Hosen Institute (IHI) Thohir Thompson Hs Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto To Take Delight Toni Munajat Tosa Poetra Tri Andhi S Tri Wahono Trisno S. Sutanto Triyanto triwikromo Tu-ngang Iskandar Tulus S Umar Fauzi Umbu Landu Paranggi Unieq Awien Universitas Airlangga Surabaya Universitas Jember Untung Basuki Ustadz Charis Bangun Samudra Utami Diah Kusumawati Uwell's King Shop Uwell's Setiawan Veven Sp. Wardhana Viddy AD Daery Virdika Rizky Utama W. Haryanto W.S. Rendra Wachid Nuraziz Musthafa Wahyu Aji Wahyudi Zuhro Wan Anwar Warjati Suharyono Wawan Eko Yulianto Wawan Hudiyanto Wawancara Wayan Sunarta Welly Suryandoko Willem B Berybe Winarta Adisubrata Wong Wing King Wuri Kartiasih Y. Wibowo Yanuar Jatnika Yanuar Yachya Yaumu Roikha Yayasan Thoriqotul Hidayah 1 Yerusalem Ibu Kota Palestina Yesi Devisa YF La Kahija Yogyo Susaptoyono Yohanes Sehandi Yok’s Slice Priyo Yoks Kalachakra Yona Primadesi Yonathan Rahardjo Yudi Latief Yuli Yuni Ikawati Yurnaldi Yushifull Ilmy Yusri Fajar Yusuf Suharto Zahrotun Nafila Zaim Uchrowi Zainal Arifin Thoha Zaki Zubaidi Zamakhsyari Abrar Zawawi Se Zehan Zareez Zelfeni Wimras Zen Hae Zuhdi Swt